Aku Dia July 11, 2009
Posted by bintangdccbulan in puitis.add a comment
10 July 2009
Aku rasa sunyi
Terasa kehilangan
Aku sangkakan kebahagiaan
Tapi kenapa aku sengsara?
Aku sayangkan dia
Aku cuba mencari permulaannya
Tapi kabur
Aku cuba mencari titik penamatnya
Ternyala lebih kelam…
Aku sayangkan dia
Di mana awal dan di mana akhirnya
Apa yang betul dan apa yang silap
Kosong tiada apa yang tinggal kini
Ku cuba mendekati
Dan cuba menyatakan kesungguhanku
Meski aku tahu segalanya sukar baginya
Aku sayangkan dia
Segenap hatiku tidak dapat menerima
Kenyataan yang melandaku kini
Aku lihat sendiri kejujuran di matanya
Aku dengar sendiri kesungguhan di mulutnya
Meski segalanya kabur
Aku sayangkan dia
‘Saya bukan untuk awak’
Mungkin itu yang cuba di lafazkannya
Mungkin itu yang sengsara di tanggungnya
Mungkin juga itu yang menyebabkannya pergi tanpa kata…
Aku sayangkan dia
Aku sayangkan dia
Itu yang aku tahu
Meski mungkin dia tidak mempercayainya
Walau dia tiada perasaan yang sama
Aku tetap akan sayangkan dia…
along-angah
10 July 2009
Aku rasa sunyi
Terasa kehilangan
Aku sangkakan kebahagiaan
Tapi kenapa aku sengsara?
Aku sayangkan dia
Aku cuba mencari permulaannya
Tapi kabur
Aku cuba mencari titik penamatnya
Ternyala lebih kelam…
Aku sayangkan dia
Di mana awal dan di mana akhirnya
Apa yang betul dan apa yang silap
Kosong tiada apa yang tinggal kini
Ku cuba mendekati
Dan cuba menyatakan kesungguhanku
Meski aku tahu segalanya sukar baginya
Aku sayangkan dia
Segenap hatiku tidak dapat menerima
Kenyataan yang melandaku kini
Aku lihat sendiri kejujuran di matanya
Aku dengar sendiri kesungguhan di mulutnya
Meski segalanya kabur
Aku sayangkan dia
‘Saya bukan untuk awak’
Mungkin itu yang cuba di lafazkannya
Mungkin itu yang sengsara di tanggungnya
Mungkin juga itu yang menyebabkannya pergi tanpa kata…
Aku sayangkan dia
Aku sayangkan dia
Itu yang aku tahu
Meski mungkin dia tidak mempercayainya
Walau dia tiada perasaan yang sama
Aku tetap akan sayangkan dia…
Terimalah July 6, 2009
Posted by bintangdccbulan in puitis.add a comment
Jika kamu sayangkan sesuatu, lepaskanlah ia pergi, bebaskanlah ia, dan jika suatu hari nanti takdir tertulis ia kembali semula kepada kamu, pastinya ia akan jadi milik kamu namun jika ia terus pergi,pergi dan pergi tanpa kembali, terimalah kenyataan & hakikat seadanya…
Ya Rabbi…kuatkanlah hatiku, tabahkanlah hatiku…
Aku mahukan dia sentiasa ada untukku namun sukar untukku terima jika ia tiada untukku lagi…hatiku tidak setabah luaranku…aku rindukan dia…
Along-Angah
Dulu-dulu July 6, 2009
Posted by bintangdccbulan in cerita.add a comment
Malam ini, aku bermenung keseorangan, aku terkenang seseorang…seseorang yg bagiku amat beerti, seseorang yang kutemui awal kemasukanku di kolej pengajianku suatu masa dahulu… rupanya sudah 3 tahun masa itu berlalu…langsung tak ku sedari…seakan baru semalam aku mengenali insan itu…
Hahahaha entahlah…bila terkenang kembali mmg aku akan jd kerinduan pada masa dahulu…rindu pada seseorang itu juga rindu pada detik2 tersentuhnya hati juga tercalarnya hati… sudah 3 tahun rupanya detik2 itu berlalu…
Jika di kenang kembali, suatu masa dahulu, aku juga yang pinta agar segeralah berakhir segalanya namun bila segalanya sudah berakhir aku jd kerinduan dan tersenyum sendirian…ahhh bertapa sukarnya detik itu ku lalui dulu sehinggakan utk mngukir snyuman di bibir juga aku sukar lakukan namun kini, bila terkenang akan peristiwa dahulu, tidak pernah lekang senyuman di bibirku…sejarah silamku, pahit untuk di lewati namun manis untuk di kenang…
Syurga Dalam Hatiku June 25, 2009
Posted by bintangdccbulan in khas.3 comments
Sayangku
Demi semua yang aku jalani bersamamu
aku ingin kau jadi milikku
aku ingin kau disampingku
tanpa dirimu aku hanya manusia tanpa cinta
dan hanya dirimu yang mampu
membawa syurga dalam hatiku
Sayangku
aku ingin engkau menjadi milikku
aku akan mencintaimu
mendampingimu selama hidupku
dan aku akan berjanji
hanya kaulah yang ku sayangi
aku akan setia disini
menemani…
Sentuhanmu
bagaikan tangan sang dewa cinta
yang berhiaskan bunga asmara
dan membuatku tak kuasa
hanyut di bawa arus cinta
damai di dalam pelukanmu
tersimpan di hati kecilku
bahawa dirimu terindah untukku
Sayangku
selama aku masih bisa bertahan
selama aku masih bisa bernafas
selama Tuhan masih mengizinkan
aku ingin selalu mendampingimu
selama ku masih bisa bertahan
selama ku masih bisa bernafas
Hidupku hatiku jiwaku cintaku
Seluruh jiwa dan ragaku hanyalah untukmu
~Along Angah~
~Kaum Hawa~ April 24, 2009
Posted by bintangdccbulan in lirik lagu.add a comment
Hampir saja aku meragukan semua
ragu apa? aku bisa bahagia
denganmu sayang ternyata ku senang..
namun kau tak sendiri ada dirinya
kita saling mencinta tak ingin putus
kita ciptakan cinta yang terlarang..
ku digauli rasa salah
namun tak inginku hentikan
bersamamu aku merasa
ku pantas bahagia..
dosa itu di depan mata
ku menyakiti kaum hawa
dia yang tlah lama denganmu
dan masih denganmu uh..
masih saja denganmu..
namun kau tak sendiri ada dirinya
kita saling mencinta tak ingin putus
kita ciptakan cinta yang terlarang oh..
ku digauli rasa salah
namun tak inginku hentikan
bersamamu aku merasa
ku pantas bahagia..
ku tak ingin jadi isteri yang muda
ku juga tak mahu kau lepas dia
biar saja aku yang pergi kasih
semoga kau bahagia..
Happy Birthday Raida Abdul Rashid April 10, 2009
Posted by bintangdccbulan in khas.Tags: birthday, raida
2 comments

anggap jer lah kek ni mcm kek pemberian aku yer...hehehe...
Ucapan khas ini kutujukan khas untuk insan yang bergelar kawan, sahabat, teman, rakan, saudara dan yang sealiran dengannya…”Raida Abd Rashid”…
Happy birthday 11.04.1985….semoga panjang umur, di murahkan rezeki, sihat selalu, cekal hadapi dugaan hidup & hope u always be my besh fren n besh sis 4ever dunia akhirat aminnn…
Aku sayangkan kau dan akan sentiasa hargai dan kenang semua kenangan kita bersama…n top 1 besh memory is “ayam busuk”, never forget it yer huhu…
Happy BIRTHDAY Raida…
happy birthday to u….happy birthday to u….happy birthday happy birthday…happy birtday to u…RaidaArush
AIRMATA RASULULLAH SAW April 10, 2009
Posted by bintangdccbulan in mutiara kata.add a comment
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. ‘Bolehkah saya masuk?’ tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, ‘Maafkanlah, ayahku sedang demam’, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, ‘Siapakah itu wahai anakku?’
‘Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,’ tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
‘Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,’ kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
‘Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?’, tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
‘Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
‘Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,’ kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. ‘Engkau tidak senang mendengar khabar ini?’, tanya Jibril lagi.
‘Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?’
‘Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya,’ kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. ‘Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.’
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
‘Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?’
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
‘Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,’ kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
‘Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.’
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. ‘Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku’
‘peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.’
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
‘Ummatii,ummatii,ummatiii?’ – ‘Umatku, umatku, umatku’
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.
gambar kaabah April 9, 2009
Posted by bintangdccbulan in mutiara kata.add a comment
Kiriman email di inbox ku… untuk tatapan dan renungan kita bersama…
Saudaraku seiman, gambar ini (bahagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua (terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini).
Semoga menambah keimanan kita, aamiiin…

dalam ka`abah

ka`abah
~Sahabat~ April 9, 2009
Posted by bintangdccbulan in mutiara kata.add a comment
“Jangan engkau bersahabat dengan sahabat yang mana dia begitu berharap kepada engkau ketika mahu menyelesaikan masalahnya sahaja sedangkan apabila masalah atau hajatnya telah selesai maka dia memutuskan kemanisan persahabatan. Bersahabatlah dengan mereka yang mempunyai ketinggian dalam melakukan kebaikan, memenuhi janji dalam perkara yang benar, memberi pertolongan kepada engkau serta memadai dengan amanahnya atau sikap bertanggungjawabnya terhadap engkau. ” -Imam Umar bin Abdul Aziz
-0 February 7, 2009
Posted by bintangdccbulan in Uncategorized.add a comment
Dia ingin aku bersamanya
Mana mungkin aku akan bersamanya
Dia minta aku turuti kamahuannya
Mana mungkin aku ingin menurutnya
Dia ingin aku mengikut rentaknya
Mana mungkin aku bisa serentak dengannya
Dia juga pinta agar hatiku sentiasa ada hanya untuknya
Mana mungkin pula ruang hatiku hanya untuknya
Mengapa?
Kerana…
Dia cerewet aku risau
Dia manja aku rimas
Dia kongkong aku geram
Dia ego aku meluat
Dia romantik tak kena cara
Dia merajuk tak kira masa
Dia pentingkan diri setiap saat
Dia rumit mengalahkan hawa
Dia tiada pendirian diri
Dia tak matang sematang usianya…
Jawapanku padanya = negative zero