jump to navigation

AIRMATA RASULULLAH SAW April 10, 2009

Posted by bintangdccbulan in mutiara kata.
add a comment

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. ‘Bolehkah saya masuk?’ tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, ‘Maafkanlah, ayahku sedang demam’, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, ‘Siapakah itu wahai anakku?’
‘Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,’
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.


‘Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,’ kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

‘Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?’, tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
‘Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

‘Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,’ kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. ‘Engkau tidak senang mendengar khabar ini?’, tanya Jibril lagi.

‘Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?’

‘Jangan  khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya,’ kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. ‘Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.’
Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

‘Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?’
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

‘Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,’ kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.

‘Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku.’
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. ‘Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku’
‘peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.’


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

‘Ummatii,ummatii,ummatiii?’ – ‘Umatku, umatku, umatku’

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi


Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


NB:

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

gambar kaabah April 9, 2009

Posted by bintangdccbulan in mutiara kata.
add a comment

Kiriman email di inbox ku… untuk tatapan dan renungan kita bersama…

Saudaraku seiman, gambar ini (bahagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua (terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini).

Semoga menambah keimanan kita, aamiiin…

dalam ka`abah

dalam ka`abah

ka`abah

ka`abah

~Sahabat~ April 9, 2009

Posted by bintangdccbulan in mutiara kata.
add a comment

“Jangan engkau bersahabat dengan sahabat yang mana dia begitu berharap kepada engkau ketika mahu menyelesaikan masalahnya sahaja sedangkan apabila masalah atau hajatnya telah selesai maka dia memutuskan kemanisan persahabatan. Bersahabatlah dengan mereka yang mempunyai ketinggian dalam melakukan kebaikan, memenuhi janji dalam perkara yang benar, memberi pertolongan kepada engkau serta memadai dengan amanahnya atau sikap bertanggungjawabnya terhadap engkau. ” -Imam Umar bin Abdul Aziz

keLEbiHAN BISMILLAH March 29, 2008

Posted by bintangdccbulan in mutiara kata.
1 comment so far

1.Allah memerintahkan malaikat mencatat amal manusia yang membaca bismillah sebanyak 400 kebaikkan.

2.Membaca 21 kali ketika hendak tidur akan aman daripada syaitan,kecurian,maut mendadak dan bala.

3.Membaca 313 kali bismillah dan salawat atas nabi S.A.W 100 kali pada hari ahad di saat matahari terbit dengan menghadap Qiblat,akan mendapat rezeki yang tiada terduga.

4.Membaca 50 kali di hadapan orang zalim,akan tunduk atau takutlah orang zalim itu.